Poda
It kills me every night
to know that I am not yours
and you are not mine;
that I can fly away
at anytime.
Semalam saya bermimpi tentang membeli bedak kompak “2 dalam 1” yang harganya lebih mahal dari biasa. Sungguh tidak kreatif.
Masa kecil dulu Ummi selalu suruh saya “boh poda kat badan ngan muka” lepas mandi. Powder rupanya. (Dengan raut Jawa bersalut poda, saya persis sami di kuil.)
Bercakap tentang bedak kompak, saya teringat tulisan lucu-tapi-benar ini. Lelaki, baca.
Kertas kerja dan peperiksaan yang perlu ditanda- himpunannya lebih tinggi dari saya.
Dari UK ke US ke Indo ke Kanada ke Australia. Doakan saya dapat tempat belajar.
Video lagu Please baru saja memulakan proses pasca produksi. Perjuangan belum selesai.
Bulan depan saya bakal makan pasir. Melainkan saya dapat job yang boleh mengisi perut sikit-sikit. Bismillahirrahmanirrahim!
Hidup saya tidaklah semudah yang disangka dan saya bukannya digemari sangat.
Cuma saya jenis redha dan mudah berserah.
Percayalah. :)



1PAP
wrote on 12 November 2009 at 6:37
saya pengikut kecil kamu yang baru berjinak2 dengan karya kamu.
maaf cuma mau tanya
bila album kamu akan dipasarkan?
semacam sudah jatuh cinta sama karya kamu.
2b
wrote on 12 November 2009 at 9:57
at least ada sumbodies out there yang like ur tinta
3min
wrote on 12 November 2009 at 12:10
redha dan berserah itu lebih menenangkan hati. saya sgt percaya itu! :)
4Asrif
wrote on 12 November 2009 at 12:44
Ada yang tercuit hati rupanya. Thanks Wani. You rule. :-)
5pisey
wrote on 15 November 2009 at 6:10
ah.
i heart u with all my heart!
=)
6ili syazwani
wrote on 15 November 2009 at 11:18
wani, itulah yang sepatutnya. dah usaha, serahkan bulat-bulat pada Allah.
redha dan tawakal, erti hidup yang real.
7corey
wrote on 23 November 2009 at 0:39
Rezeki itu milik tuhan.Dan datang tidak diduga..itu pasti